Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda: "Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ia dapat mengingatkan kalian akan akhirat." (HR. Muslim)
Ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh umat Islam, khususnya yang berakidah Ahlussunnah wal Jamaah, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga yang telah wafat. Ada beberapa alasan mengapa tradisi ini dilakukan:
1. Mengingat Kematian dan Akhirat
Ziarah kubur mengingatkan umat Islam akan kehidupan setelah mati, mendorong mereka untuk lebih meningkatkan ibadah dan amal kebaikan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
2. Mendoakan Keluarga yang Telah Wafat
Mendoakan orang yang telah meninggal, memohonkan ampunan, dan membaca Al-Qur’an (seperti Surah Yasin atau Al-Fatihah) di makam adalah bentuk bakti dan kasih sayang kepada mereka yang telah pergi.
3. Menjalin Silaturahmi Keluarga
Ziarah kubur sering dilakukan bersama keluarga besar, sehingga menjadi momen mempererat hubungan antaranggota keluarga menjelang Ramadhan.
4. Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda:
"Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ia dapat mengingatkan kalian akan akhirat." (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa ziarah kubur memiliki manfaat spiritual yang dianjurkan.
5. Menghapus Kesalahan dan Meningkatkan Kesadaran Ibadah
Dengan merenungkan kematian, seseorang terdorong untuk lebih bertaubat, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia sebelum memasuki Ramadhan.
Tradisi ini dilakukan dengan tetap menjaga adab, seperti tidak melakukan hal yang bertentangan dengan syariat, misalnya meratap atau meminta sesuatu kepada orang yang sudah meninggal. Yang utama adalah niatnya: mendoakan mereka dan mengambil pelajaran untuk meningkatkan keimanan.

Komentar
Posting Komentar