MELATI DARI JAYAGIRI
Lagu “Melati dari Jayagiri” bukanlah lagu cinta pada manusia, melainkan ungkapan cinta terhadap alam dan hutan, diciptakan oleh Iwan Abdulrachman, yang lebih dikenal sebagai Abah Iwan.
🌲 Makna Lagu
Lagu ini lahir pada Maret 1968 di lereng Gunung Jayagiri (kaki Gunung Tangkuban Parahu, Bandung Barat) saat Abah Iwan sedang berada di puncak, merasakan sejuk dan bersatu dengan alam .
Adapun lirik lagunya seperti ini:
Melati dari Jayagiri
Kuterawang keindahan kenangan
Hari-hari lalu di mataku
Tatapan yang lembut dan penuh kasih
Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Hati yang teduh dalam dekapan
Dan kau biarkanku kecup bibirmu
Mentari kelak 'kan tenggelam
Gelap 'kan datang, dingin mencekam
Harapanku bintang 'kan terang
Memberi sinar dalam hatiku
Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Mungkinkah akan tinggal kenangan?
Jawabnya tertiup di angin lalu
Mentari kelak 'kan tenggelam
Gelap 'kan datang, dingin mencekam
Harapanku bintang 'kan terang
Memberi sinar dalam hatiku
Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Mungkinkah akan tinggal kenangan?
Jawabnya tertiup di angin lalu
👤 Siapa Abah Iwan
Iwan Abdulrachman (lahir 3 September 1947, Sumedang), akrab disapa Abah Iwan, adalah musisi, penyair, dan aktivis alam.
Ia salah satu pendiri organisasi pencinta alam Wanadri, dan juga pernah bergabung dalam grup musik Bimbo, serta aktif sebagai instruktur pecinta alam .
Banyak karyanya yang bertema alam: termasuk lagu “Flamboyan”, “Bulan Merah”, hingga “Burung Camar”.
“Melati dari Jayagiri” mulai dipopulerkan oleh kelompok Bimbo pada 1971 .
Jadi, “Melati dari Jayagiri” adalah sebuah syair alam yang menyentuh—melukiskan keindahan, kehangatan, dan harapan di dalam hutan Jayagiri, serta di dalam kehidupan manusia—dengan penekanan bahwa rasa “cinta” itu ditujukan pada alam, bukan pada individu.
Sumber & disadur dari: _medcom.id_

Komentar
Posting Komentar