YAMAN NEGARA MISKIN TAPI BERANI LAWAN AMERIKA
Yaman, negara yang dikenal sebagai salah satu yang termiskin di Jazirah Arab, bahkan warganya kesulitan untuk makan sehari-hari. Namun, mereka tetap berdiri tegak membela Palestina. Rasanya ini memang tidak masuk akal. Bukankah lebih baik mereka fokus memperbaiki nasib sendiri? Ternyata, ada alasan yang mendasari kenapa Yaman tetap membela Palestina:
1. Yaman Anti Penjajahan
Secara logika, Yaman bisa saja bersikap tidak peduli—apalagi Palestina bukan masalah langsung negara mereka. Namun, bagi Yaman, ini bukan soal kaya atau miskin. Ini adalah soal prinsip dan kemanusiaan. Bagi mereka, Palestina adalah simbol perlawanan terhadap penjajahan dan penindasan. Jika mereka diam, itu sama saja dengan mengkhianati nilai-nilai yang mereka junjung tinggi.
2. Ikatan Spiritualitas dan Sejarah dengan Palestina
Yaman memiliki hubungan spiritual dan sejarah yang mendalam dengan Palestina sebagai bagian dari umat Muslim. Membela Palestina adalah kewajiban moral dan agama. Dalam sejarah Islam, Yaman dikenal sebagai bangsa yang berani berdiri di sisi yang benar, meskipun konsekuensinya berat.
3. Membela Palestina adalah Membela Dunia
Bagi Yaman, membela Palestina berarti membela dunia dari normalisasi ketidakadilan. Jika penjajahan di Palestina dibiarkan, tidak ada jaminan bahwa negara lain tidak akan mengalami hal yang sama. Solidaritas Yaman adalah pesan tegas bahwa penjajahan dalam bentuk apa pun harus dilawan, di mana pun dan oleh siapa pun.
4. Yaman Bertindak, Bukan Hanya Memberi Bantuan
Yaman sadar bahwa mereka tidak mampu memberikan bantuan finansial yang besar. Namun, mereka bersedia memberikan apa pun yang mereka miliki. Bahkan, mereka rela berbagi roti dengan warga Palestina meskipun mereka sendiri hanya memiliki satu roti. Saat ini, Yaman menunjukkan keberaniannya dengan mengirim rudal hipersonik langsung ke jantung Israel, melewati ribuan kilometer tanpa peduli risiko yang dihadapi. Selama Palestina masih dijajah oleh Israel, Yaman akan melakukan segala cara untuk menghentikannya.
Yaman mengajarkan dunia bahwa membela kebenaran bukan soal kaya atau miskin. Ketika dunia diam, suara dari negeri ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh tunduk pada keadaan. Jadi, jika Yaman yang hidup dalam kesulitan bisa berdiri untuk Palestina, bagaimana dengan kita yang hidup dalam kenyamanan?
#AKw

Komentar
Posting Komentar